Tingkatkan Talenta Digital, SBM ITB Adakan Workshop Big Data Untuk Kedua Kali

 

 

Bandung. School of Business and Management (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar workshop selama dua hari berturut-turut dengan tema “Workshop Big Data Analytics” pada Jum’at-Sabtu, 22-23 Oktober 2021. Di tahun kedua ini SBM ITB mendatangkan tiga narasumber handal, di antaranya : Director of Big data and Business Analytics, Manahan Siallagan, Ph.D., CEO of Kazee, Dr. I Made Ariya Sanjaya, dan Muhammad Apriandito, MBA selaku Alumni MBA ITB yang juga Founder and CEO Technaut Education. Turut pula hadir memberi sambutan Dekan SBM ITB, Prof. Utomo Sarjono Putro.

Acara yang dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai kalangan ini bertujuan untuk membekali para mahasiswa tingkat akhir dan alumni fresh graduates dalam pengetahuan dan kompetensi big data analytics, meningkatkan skillsets digital berkaitan dengan descriptive dan predictive analytics, dan mendapatkan insight dari praktisi tentang peluang bisnis dalam bidang pengelolaan data.

Dalam sambutannya Dekan SBM ITB, Prof. Utomo Sarjono Putro mengatakan bahwa dalam dunia yang semakin digital, perusahaan dihadapkan pada perubahan konstan dan cepat yang membutuhkan tindakan dan keputusan strategis yang juga harus cepat.  Banyak tekanan yang dihadapi oleh perusahaan akibat kemajuan teknologi ini yang dilain pihak kemajuan teknologi ini juga dapat menjadi sumber keunggulan kompetitif. Untuk ini, kita perlu meningkatkan cara-cara baru dalam proses pengambilan keputusan, didukung oleh bukti dan memanfaatkan keahlian manusia dan data dengan baik.

“Pada era digital ini, data harus menjadi inti pengambilan keputusan strategis dalam bisnis, apakah itu perusahaan multinasional besar atau kecil bahkan yang hanya berupa bisnis keluarga. Data dapat memberikan wawasan (insight) yang membantu perusahaan menjawab tantangan yang kompleks.” tambah Utomo.

Director of Big data and Business Analytics, Manahan Siallagan, Ph.D. menilai, Program RapidMiner lebih simple dibanding Programing R yang memelurkan kemampuan coding. Melalui Program RapidMiner ini diharapkan peserta dapat mengetahui tujuan dan hasil yang didapat serta menjelaskannya sehingga mampu mengambil keputusan bisnis, manajemen dan sebagainya.

Di sisi lain Founder and CEO Technaut Education, Muhammad Apriandito, MBA mengajak para peserta untuk langsung praktik secara real time menggunakan Program RapidMiner. Peserta diminta untuk menginstal terlebih dahulu software yang akan digunakan lalu mengoprasikannya secara bersama-sama sambil mendapat arahan dari Apriandito.

“RapidMiner adalah salah satu software pengolahan data menggunakan operator yang tinggal disambungkan atau biasa disebut juga dengan visual coding, fiturnya cukup lengkap seperti pemrosesan data tidak terstruktur dan melakukan predictive analytics. RapidMiner ini kita tidak perlu  meng-coding, kita hanya tinggal menyambungkan antara satu operator dengan operator lainnya secara visual.” pungkas Apriandito di tengah-tengah arahannya.

Narasumber yang ketiga CEO of Kazee, Dr. I Made Ariya Sanjaya mendapat giliran untuk menjelaskan tema “Business Opportunities for Data Management” yang menjelaskan berbagai profesi data analyst dan peluangnya di masa depan.

Sementara itu salah satu peserta workshop, Faisal Adhistana Nugraha mengaku, topik pelatihan yang diambil sangat relevan dengan kebutuhan standar pekerjaan saat ini agar bisa berkompetisi dalam pencarian pekerjaan. Dari sisi pembicara juga sangat sesuai dengan topik di samping penjelasannya yang detail dan penuh kesabaran.

“Saat ini perusahaan sudah banyak menggunakan big data computing untuk mendukung decision making dan prediction. Saat ini demand suatu perusahaan sangatlah meningkat dalam segi skill requirements, mulai dari keahlian dalam mengoperasikan SQL, Phyton, R, RapidMiner, dll. Oleh karena itu, sebagai alumni dan mahasiswa SBM ITB juga harus bisa catchup dengan standar pekerja perusahaan untuk menghadapi teknologi kedepannya seperti Artificial Intelligence, Machine Learning, dll.” aku alumni MBA Jakarta GM7 itu.

“Harapan saya output dari workshop yang diselenggarakan bisa memenuhi eksplorasi perusahaan, kemudian saya berharap diadakan workshop yang dapat mengembangkan jiwa entrepreneurship. Sebagai contoh yang sangat sulit dilakukan ketika pertama kali melakukan bisnis yaitu Customer Development (Using Value Preposition Canvas), Design Thinking, dll.” tutup Faisal.

Penjelasan lengkap mengenai materi yang disampaikan oleh ketiga narasumber dapat ditonton di kanal Youtube pada link berikut :

Sesi 1 : https://www.youtube.com/watch?v=OaLhq-hCOkA

Sesi 2 : https://www.youtube.com/watch?v=9X9Vi5_-l3I

 

 

 

 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *